jam dinding

Rabu, 13 Februari 2013

kumpulan puisi

Pandangan pertama

awal ku melihat dirimu
ada sebuah rasa yang muncul
yang tumbuh dari hatiku
tetapi diriku tak tahu apa yang tengah terasa
setiap ku berjumpa denganmu  rasa itu kian membara
          kucoba untuk mangabaikan rasa itu
          tapi aku tak bisa
          ku coba tepis
          tetapi malah membara
ingin rasanya berjumpa
ingin rasanya melihatmu
melihat senyum indah
yang  terpancar dari wajah indahmu



       kesendirian
di malam yang sunyi
aku duduk termenung sendiri
hanya hujan dan petir
menemani kesendirianku
     diriku duduk di sudut kamar
     memikirkan betapa indahnya
     senyumanmu
    andai aku bisa memiliki
    betapa bahagia diri ini
namun semua hanya harapan
sebab engkau telah dimilikinya
tak mungkin lagi ku memilikimu
hanya Tuhan yang mampu merubah segalanya   





Tidak ada komentar:

Posting Komentar